Bayu Kasih – Part 9 (unfinished…)

Maisarah terpinga-pingat melihat beberapa buah kereta yang diparkir di halaman rumahnya. Siapa pula yang datang ni? Bisik hatinya. Dia memparkirkan keretanya di laman rumah sebelah yang tidak berpenghuni. Perlahan mencapai beg tangannya yang ringan dan dua bungkus buah manggis yang dibelinya dalam perjalanan balik tadi.

“Ha, itu pun tuan punya badan dah sampai.” Dia tersentak mendengar suara ayah. Beberapa pasang mata tertumpu ke arahnya membuatkan dia gugup. Perlahan bibirnya mengucapkan salam. “Sarah, duduklah dulu.” Arah ayahnya.

“Dah besar panjang anak dara kau ni… Makin cantik.” Maisarah tersipu. Siapa pula yang melontarkan komen itu??? Dia merungut. “Sarah ingat lagi tak kat pakcik ni?” Pertanyaan lelaki itu membuatkan Maisarah menoleh ke arah tuan punya suara. Dia tersentak apabila terpandang satu wajah di sisi lelaki yang bersuara itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s